Setelah gencatan senjata yang rapuh dengan Israel, situasi di Iran menjadi semakin tegang. Meskipun peluru-peluru telah berhenti ditembakkan, banyak warga Iran merasa cemas akan apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa orang bahkan khawatir bahwa rezim yang merasa tertekan akan berbalik dan menjadi lebih represif terhadap masyarakatnya.
Selama konflik berlangsung, pemerintah Iran memberlakukan pemadaman internet selama tiga hari. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi negara tersebut. Pemadaman internet ini adalah yang terlama dalam beberapa tahun terakhir, dan hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang motif di baliknya.
Di Iran, pembatasan akses internet sering kali diterapkan oleh pemerintah. Biasanya, langkah ini diambil saat terjadi protes atau menjelang pemilihan umum. Namun, kali ini, pemadaman internet tampaknya juga dilakukan untuk mengukur dampaknya terhadap masyarakat.
Kekhawatiran akan meningkatnya represifitas rezim menjadi nyata, terutama setelah gencatan senjata ini. Banyak yang percaya bahwa pemerintah mungkin berusaha untuk menekan suara-suara yang menentang mereka dengan lebih kuat. Ini bisa berarti bahwa kebebasan berpendapat akan semakin dibatasi.
Situasi di Iran tetap rentan, dan banyak yang menunggu dengan cemas untuk melihat bagaimana pemerintah akan bereaksi setelah gencatan senjata ini. Apakah mereka akan membuka ruang untuk dialog, atau justru semakin memperketat kontrol mereka? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Iran gencatan senjata Israel internet protes