Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes Terhadap Patung Stalin di Moskow Ditolak

Moskow, Rusia – Otoritas Moskow telah melarang protes yang direncanakan oleh partai oposisi liberal, Jabloko, terhadap patung baru yang didirikan di stasiun metro. Larangan ini disampaikan dengan alasan penerapan protokol kesehatan akibat pandemi COVID-19. Jabloko ingin menggelar serangkaian aksi unjuk rasa untuk mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terhadap relief berjudul "Rasa Syukur Rakyat kepada Pemimpin dan Panglima Perang". Namun, partai ini tidak mendapatkan izin untuk melaksanakan protes tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Jabloko mengungkapkan bahwa mereka menerima dokumen resmi yang menyatakan penolakan izin tersebut. "Otoritas masih merujuk pada dekret walikota Moskow yang dikeluarkan pada 8 Juni 2020, yang memperpanjang larangan terhadap acara massa akibat penyebaran epidemi COVID-19," ungkap Jabloko.

Sebagai respons terhadap larangan ini, Jabloko mengumumkan rencana untuk mengajukan gugatan hukum dan mengumpulkan tanda tangan untuk meminta penghapusan patung tersebut.

Tindakan ini bukanlah yang pertama kali. Ketika patung tersebut pertama kali diresmikan, Jabloko telah mengkritik pemerintah kota karena dianggap mengabaikan kehendak warganya. "Kembalinya simbol-simbol Stalinisme ke Moskow adalah penghinaan terhadap sejarah, penghinaan terhadap keturunan mereka yang tertindas, dan sebuah aib bagi Moskow," kata Maxim Kruglow, seorang perwakilan dari Jabloko pada saat itu.

Partai Jabloko merupakan salah satu suara oposisi yang aktif di Rusia, berjuang untuk mengungkapkan pandangan alternatif terhadap pemerintahan saat ini. Larangan protes ini menambah ketegangan dalam situasi politik yang sudah rumit di negara tersebut. Masyarakat kini menanti langkah selanjutnya dari Jabloko dan bagaimana pemerintah akan merespon tuntutan mereka.

library_books Tagesschau