Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Mark Zuckerberg Berusaha Rekrut Peneliti AI Terbaik

Mark Zuckerberg Berusaha Rekrut Peneliti AI Terbaik

Mark Zuckerberg, salah satu orang terkaya di dunia, sedang berusaha keras untuk merekrut para peneliti dan insinyur terbaik dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Dalam beberapa bulan terakhir, ia mengirim banyak email dan pesan WhatsApp kepada para ahli AI untuk mengajak mereka bergabung dalam sebuah laboratorium baru yang sedang dibangunnya.

Zuckerberg telah menghubungi ratusan peneliti, ilmuwan, insinyur infrastruktur, serta pengusaha untuk bergabung dalam proyek ini. Beberapa orang yang menerima pesan tersebut merasa terkejut dan tidak percaya bahwa itu benar-benar dari Zuckerberg. Bahkan, ada yang mengira pesan itu hanya lelucon dan baru merespons setelah beberapa hari.

Tidak hanya mengirim pesan biasa, CEO Meta ini juga menawarkan imbalan keuangan yang sangat besar. Zuckerberg menawarkan ratusan juta dolar, yang menjadikannya salah satu tawaran pekerjaan termahal dalam industri teknologi. Dalam beberapa kasus, ia bahkan membahas kemungkinan untuk membeli sebuah startup secara langsung.

Meskipun tawaran finansial tersebut sangat menggoda, beberapa calon yang dihubungi merasa ragu untuk bergabung dengan Meta. Hal ini disebabkan oleh berbagai tantangan yang dihadapi oleh usaha AI Meta tahun ini, serta serangkaian restrukturisasi yang membuat mereka tidak yakin tentang siapa yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

Kendala yang dihadapi oleh Meta dalam mengembangkan teknologi AI terdepan mencapai puncaknya pada bulan April, ketika para kritikus menuduh perusahaan tersebut memanipulasi peringkat untuk memperbaiki citra model AI yang baru dirilis. Selain itu, mereka juga menunda peluncuran model AI unggulan baru, yang menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan perusahaan untuk terus berkembang cepat di tengah persaingan ketat di industri AI.

Dengan semua usaha ini, Zuckerberg berharap dapat mengejar ketertinggalan dan membawa Meta menjadi pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan.

Foto: David Paul Morris/Bloomberg News

library_books Wsj