Susu alternatif seperti susu almond, oat, kelapa, dan kedelai semakin banyak ditemukan di toko-toko dan kedai kopi. Pada tahun 2010-an, popularitas susu non-dairy ini meningkat pesat. Merek-merek seperti Almond Breeze dan Oatly mengalami lonjakan penjualan yang signifikan. Bahkan, pada tahun 2018, terdapat kekurangan susu oat yang menjadi sorotan publik.
Namun, hampir satu dekade berlalu, tren ini tampaknya mulai menurun. Beberapa faktor berkontribusi terhadap perubahan ini. Pertama, kenaikan harga bahan makanan membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum membeli susu alternatif yang biasanya lebih mahal dibandingkan susu sapi. Selain itu, ada gerakan di media sosial yang mengajak masyarakat untuk kembali ke produk alami, salah satunya susu sapi.
Banyak konsumen yang kini lebih memilih susu sapi daripada susu alternatif. Hal ini disebabkan oleh semakin maraknya informasi di media sosial mengenai efek negatif dari minyak biji-bijian dan produk-produk olahan. Masyarakat mulai sadar akan pentingnya memilih makanan yang lebih alami dan tradisional.
Dengan perubahan ini, kita dapat melihat bagaimana preferensi konsumen bisa beralih seiring waktu. Dari booming susu alternatif, kini banyak yang kembali menjatuhkan pilihan pada susu sapi. Menarik untuk melihat bagaimana tren ini akan berkembang di masa depan.
susu alternatif susu sapi tren makanan media sosial