Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh AS telah "sepenuhnya dan total menghancurkan" tiga lokasi nuklir di Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump saat memberikan pidato yang disiarkan di televisi, di mana dia juga menegaskan bahwa AS telah bergabung langsung dengan Israel dalam serangan yang berlangsung selama beberapa hari terhadap Iran.
Dalam pidatonya, Trump memberikan peringatan kepada Iran bahwa jika negara tersebut tidak segera mencari perdamaian, AS akan menargetkan lokasi-lokasi lainnya. "Akan ada damai atau akan ada tragedi bagi Iran yang jauh lebih besar dari apa yang telah kita saksikan dalam delapan hari terakhir," kata Trump.
Trump juga menyatakan melalui media sosial bahwa mereka menggunakan "muatan penuh BOM" dalam serangan tersebut, meskipun dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pesawat atau jenis amunisi yang digunakan dalam serangan itu.
Pejabat Iran mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa beberapa lokasi nuklir mereka telah diserang, termasuk Fordow, yaitu fasilitas pengayaan nuklir Iran yang sangat rahasia dan terletak setengah kilometer di bawah gunung dekat kota Qom.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa Israel berada dalam "koordinasi sempurna" dengan Washington terkait serangan tersebut. Netanyahu memuji apa yang dia sebut sebagai "keputusan berani" oleh Trump untuk membombardir situs nuklir Iran, dengan mengatakan bahwa tindakan ini akan "mengubah sejarah".
Hubungan antara Iran dan Israel semakin memburuk setelah terjadinya serangan besar-besaran yang dilakukan Israel di tanah Iran pada tanggal 13 Juni. Sejak saat itu, kedua negara telah saling melakukan serangan yang merusak.
Trump serangan udara Iran Israel situs nuklir