Pada Minggu pagi, pasukan Israel mengumumkan penutupan penuh Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki. Penutupan ini melarang seluruh jemaah untuk masuk, kecuali hanya untuk petugas masjid dan staf Waqf Islam.
Penutupan ini dilakukan setelah serangan malam sebelumnya oleh polisi Israel, di mana mereka menyerbu ruang doa, merusak tempat-tempat suci, dan mengusir jemaah secara paksa. Dalam aksi tersebut, empat petugas masjid ditangkap dan beberapa lainnya diinterogasi di lokasi kejadian.
Organisasi Waqf Islam mengecam tindakan pelanggaran ini dan memperingatkan bahwa upaya berulang dari pihak Israel untuk mengklaim kontrol keamanan atas masjid bertujuan untuk mengubah status keagamaan dan politik yang ada.
Insiden ini terjadi setelah sembilan hari akses terbatas ke masjid di tengah perang yang dilakukan Israel terhadap Iran. Penutupan Masjid Al-Aqsa menimbulkan keresahan di kalangan umat Muslim, karena masjid ini adalah salah satu tempat suci yang paling penting dalam agama Islam.
Masjid Al-Aqsa memiliki sejarah panjang dan menjadi simbol penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap upaya untuk membatasi akses ke tempat tersebut dapat memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan yang sudah rentan.
Pihak berwenang internasional diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap situasi ini dan mendorong dialog untuk menjaga ketentraman di wilayah tersebut.
Al-Aqsa Israel penjagaan Masjid Waqf