Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Polisi Hamburg Tangkap Pemuda Diduga Pelaku Kejahatan terhadap Anak

Hamburg, Jerman – Setelah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan, polisi Hamburg berhasil menangkap seorang pemuda berusia 20 tahun yang diduga terlibat dalam kejahatan serius terhadap anak. Pemuda ini ditangkap karena dicurigai sebagai pelaku pembunuhan seorang anak, serta mendorong seorang remaja berusia 13 tahun asal Amerika Serikat untuk melakukan bunuh diri.

Penangkapan ini dilakukan atas kerja sama antara polisi Jerman dan FBI. Menurut informasi dari jaksa penuntut, pemuda yang memiliki kewarganegaraan Jerman dan Iran ini diduga telah melakukan lebih dari 120 kejahatan antara usia 16 hingga 19 tahun. Kejahatan tersebut termasuk serangan terhadap kehidupan, keselamatan fisik, dan hak seksual dari delapan anak dan remaja yang menjadi korbannya.

Menurut penyelidikan, pelaku secara sengaja memilih anak-anak yang sedang dalam keadaan putus asa, termasuk mereka yang aktif di forum-forum bunuh diri. Ia mendekati mereka secara perlahan, membuat mereka merasa tergantung secara emosional, dan akhirnya mendorong mereka untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

Satu hal yang mencolok dari kasus ini adalah semua tindakan kejahatan yang dilakukan berlangsung di dunia maya. Hingga saat ini, polisi dan jaksa telah mengidentifikasi delapan anak yang menjadi korban, dengan rentang usia antara 11 hingga 15 tahun.

Pemuda ini diketahui merupakan bagian dari komunitas internet yang dikenal dengan nama "764". Pendiri komunitas tersebut telah dijatuhi hukuman 80 tahun penjara di Amerika Serikat. Jaksa Nicolas Benz menyatakan bahwa para pelaku di internet menciptakan apa yang disebut "jaringan ketakutan" yang membuat para korban remaja sulit untuk keluar dari situasi tersebut.

Anak-anak dan remaja biasanya dijangkau melalui media sosial dan platform permainan. Dengan teknik yang disebut "cyber-grooming" atau cinta yang dipalsukan, pelaku berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari anak-anak tersebut dan kemudian memanfaatkan materi yang memalukan untuk mengendalikan mereka.

Björn Gebauer dari kepolisian kriminal negara bagian mengingatkan para orang tua untuk selalu waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di internet. Ia mengungkapkan bahwa aplikasi seperti Discord, Telegram, dan platform komunikasi terenkripsi lainnya bisa sangat berbahaya karena tidak dapat diakses oleh orang tua. Jika ada tanda-tanda mencurigakan, orang tua diminta untuk segera melaporkan kepada polisi.

library_books Tagesschau