Jakarta, 19 Juni 2025 – Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,50%. Keputusan ini diambil di tengah kondisi ketidakpastian tinggi yang terjadi di perekonomian global.
Ketidakpastian ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk dinamika negosiasi tarif resiprokal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik yang berkembang. Hal ini dapat memengaruhi stabilitas perekonomian dan nilai tukar mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurut BI, langkah ini diambil untuk menjaga agar nilai tukar Rupiah tetap sesuai dengan fundamentalnya. Dengan mempertahankan BI-Rate, BI berharap dapat memberikan sinyal positif kepada pasar dan mendukung stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Pertahannya BI-Rate di level 5,50% juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Inflasi yang terkendali sangat penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
BI terus memantau perkembangan perekonomian global dan domestik. Mereka akan mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memastikan perekonomian Indonesia tetap kuat dan resilient.
Para ahli ekonomi menyatakan bahwa keputusan BI ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Ini merupakan langkah yang tepat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah. BI akan terus berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang Indonesia dan memastikan bahwa perekonomian tetap berjalan dengan baik.
Sebagai penutup, Bank Indonesia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga perekonomian negara agar tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan.
Bank Indonesia BI-Rate Rupiah ekonomi global ketidakpastian