Perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Microsoft, Meta, dan Alphabet (induk Google) sedang berlomba-lomba untuk menguasai masa depan yang dibangun di atas kecerdasan buatan (AI). Tahun ini, mereka berencana untuk menghabiskan setidaknya $320 miliar atau sekitar 4.900 triliun rupiah untuk fasilitas dan peralatan, sebagian besar untuk pengembangan AI.
Sebuah tim reporter dan editor dari Business Insider telah melakukan penyelidikan mendalam mengenai proyek infrastruktur nasional ini. Mereka membuat daftar lengkap pusat data di seluruh negeri dengan melihat banyaknya izin yang dikeluarkan untuk pembangunan fasilitas tersebut. Mereka juga mempelajari berapa banyak air dan listrik yang digunakan oleh pusat data ini, serta dampaknya bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Perusahaan-perusahaan teknologi membayangkan dunia di mana algoritma AI dapat menggantikan dokter, membuat prediksi bencana yang sangat akurat, menciptakan teori-teori yang dapat mengubah alam semesta, bertindak sebagai asisten pribadi, mengajar anak-anak kita, atau bahkan memberikan teman.
Namun, Business Insider juga mengungkapkan sisi buruk dari investasi besar ini - biaya yang harus kita bayar sekarang. Mereka memperkirakan bahwa pusat data di AS bisa segera mengkonsumsi lebih banyak listrik daripada yang digunakan oleh Polandia, yang memiliki populasi sekitar 36,6 juta orang, pada tahun 2023. Estimasi federal bahkan memperkirakan konsumsi listrik ini bisa meningkat hingga tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan.
Dampak dari penggunaan listrik yang sangat besar ini bisa dirasakan oleh masyarakat, termasuk kemungkinan kenaikan biaya listrik bagi konsumen biasa. Ini adalah isu penting yang perlu diperhatikan seiring dengan perkembangan pesat teknologi AI.
Dengan semua perkembangan ini, penting bagi kita untuk memahami biaya sebenarnya dari kemajuan teknologi AI dan apa artinya bagi kehidupan sehari-hari kita.
perusahaan teknologi investasi AI pusat data biaya