Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penemuan Implan Gigi Cerdas oleh Universitas Tufts

Universitas Tufts baru-baru ini menciptakan sebuah implan gigi cerdas yang bisa dibilang merupakan terobosan luar biasa dalam dunia kedokteran gigi. Implan ini tidak hanya tumbuh ke dalam gusi, tetapi juga menyatu dengan saraf yang ada, mengembalikan sensasi alami seperti tekanan, tekstur, dan suhu yang tidak dapat diberikan oleh implan tradisional.

Implan ini memiliki lapisan luar yang dapat terurai yang diisi dengan sel punca dan protein khusus yang memicu perkembangan jaringan saraf. Hal ini memungkinkan implan untuk terhubung secara nyata dengan sistem saraf, bukan hanya menjadi benda asing yang tidak hidup di dalam mulut.

Salah satu hal yang menjadikan terobosan ini benar-benar revolusioner adalah penghapusan proses pengeboran tulang. Berbeda dengan metode implan tradisional yang menggunakan sekrup titanium yang dapat merusak jaringan di sekitarnya, implan ini menggunakan nanofiber karet yang dapat mengembang dan menempel pada jaringan lunak. Implan ini juga dimulai lebih kecil dari gigi asli dan tumbuh untuk mengisi kekosongan.

Profesor Jake Jinkun Chen dari Sekolah Kedokteran Gigi Tufts menjelaskan, "Gigi alami terhubung dengan rahang melalui jaringan lunak yang kaya akan saraf, yang membantu merasakan tekanan dan tekstur, serta memandu cara kita mengunyah dan berbicara. Implan biasanya tidak memiliki umpan balik sensorik itu."

Uji coba selama enam minggu pada tikus menunjukkan bahwa implan ini sepenuhnya biokompatibel dan memiliki fungsionalitas yang sama dengan gigi alami, dengan implan yang berhasil terintegrasi ke dalam jalur saraf yang ada. Teknologi ini dapat mengubah cara kita memandang bagian tubuh buatan, dengan membuktikan bahwa prostetik dapat "merasakan" bukan hanya berfungsi secara mekanis.

Selain aplikasi dalam kedokteran gigi, pendekatan ini juga membuka potensi lebih luas untuk prostetik yang terintegrasi dengan saraf di bidang kedokteran. Penelitian ini merupakan lanjutan dari pekerjaan sebelumnya di Tufts yang menggunakan biomaterial berbasis kolagen untuk meregenerasi jaringan pulp gigi, menunjukkan bahwa kita sedang mendekati era di mana gigi yang rusak benar-benar dapat dipulihkan, bukan hanya diganti.

library_books Tech