Jakarta – Indeks Harga Pangan yang dikeluarkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengalami penurunan sebesar 0,8 persen pada bulan Mei 2025. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan utama, seperti minyak sayur dan gula.
Menurut laporan yang dirilis oleh Xinhua pada hari Minggu (8/6/2025), harga biji-bijian dan sereal, yang merupakan komponen terbesar dalam indeks FAO, juga mengalami penurunan sebesar 1,8 persen. Hal ini disebabkan oleh hasil panen jagung yang baik di negara Argentina dan Brasil, serta adanya permintaan global yang lebih rendah untuk gandum.
Meski demikian, ada kabar baik untuk komoditas beras. Harga beras mengalami kenaikan pada bulan lalu. Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan untuk beras jenis Indica, serta kondisi ekonomi yang membuat dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
Indeks Harga Pangan FAO merupakan indikator penting untuk menunjukkan kondisi pasar pangan global. Turunnya indeks ini dapat menjadi sinyal bagi negara-negara pengimpor pangan untuk memperhatikan harga dan ketersediaan pangan di pasaran. Namun, kenaikan harga beras menunjukkan bahwa beberapa komoditas pangan masih mengalami fluktuasi harga yang signifikan.
Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami dinamika harga pangan yang terjadi secara global. Hal ini penting agar kita dapat lebih siap menghadapi perubahan yang mungkin terjadi di masa depan.
indeks harga pangan FAO minyak sayur gula beras