Dalam beberapa bulan terakhir, komunitas online yang mendukung penggunaan klorin dioksida sebagai obat semakin aktif. Ini dimulai ketika Sekretaris Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., menyebutkan klorin dioksida selama sidang konfirmasi Senat. Sejak itu, banyak orang berusaha mendorong pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menyetujui penggunaan klorin dioksida sebagai pengobatan utama.
Klorin dioksida dijual dengan berbagai nama, seperti Miracle Mineral Solution (Solusi Mineral Ajaib) dan God’s Detox. Produk ini telah dipromosikan sebagai obat untuk berbagai penyakit sejak pertengahan tahun 1990-an. Meskipun telah ada penuntutan dan peringatan dari pihak berwenang, produk ini tetap populer di banyak negara. Klorin dioksida diklaim dapat menyembuhkan segala sesuatu mulai dari malaria, kanker, HIV, hingga autisme dan Covid-19. Namun, tidak ada bukti yang kredibel yang mendukung klaim bahwa klorin dioksida dapat menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut.
Fiona O’Leary, seorang aktivis dari Irlandia yang memiliki anak-anak autis, telah berjuang selama lebih dari satu dekade untuk mengungkap bahaya produk klorin dioksida. "Saya dan aktivis lainnya telah berbicara menentang produk pemutih berbahaya ini selama lebih dari sepuluh tahun sekarang," ujarnya. "Ketika klorin dioksida dikonsumsi, itu dapat menyebabkan penyakit yang serius dan mengancam jiwa."
Meskipun banyak suara yang menentang, aktivitas di grup media sosial yang mendukung penggunaan klorin dioksida semakin meningkat. Para influencer mulai muncul kembali untuk mendorong lebih banyak dukungan terhadap penggunaan produk ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli kesehatan dan aktivis yang memperingatkan akan bahaya nyata dari penggunaan klorin dioksida sebagai pengobatan.
klorin dioksida obat bahaya media sosial aktivis