Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ketegangan Antara Trump dan Musk Menyentuh SpaceX

Dalam beberapa hari terakhir, dunia teknologi dan politik dihebohkan oleh perseteruan antara mantan Presiden Donald Trump dan pendiri SpaceX, Elon Musk. Ketegangan ini muncul seiring dengan pernyataan Trump mengenai anggaran pemerintah yang diajukan, yang menurut Musk mengandung terlalu banyak pengeluaran dan berpotensi meningkatkan defisit negara.

Pada hari Kamis sore, Trump memposting di akun media sosialnya, Truth Social, bahwa cara termudah untuk menghemat uang dalam anggaran adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah yang diberikan kepada Elon Musk. Dalam pernyataannya, Trump menekankan, "Cara paling mudah untuk menghemat uang dalam Anggaran kita, Miliaran dan Miliaran Dolar, adalah dengan menghentikan Subsidi dan Kontrak Pemerintah Elon."

Pernyataan ini tentu saja memicu reaksi dari Musk. Ia kemudian membalas dengan tweet yang menyatakan bahwa SpaceX akan mulai menghentikan penggunaan pesawat luar angkasa Dragon secepatnya. Namun, beberapa jam setelahnya, Musk mengubah pendapatnya dan menjelaskan bahwa mereka tidak akan menghentikan pesawat tersebut.

Jika Trump benar-benar melanjutkan rencananya untuk membatalkan kontrak, hal ini bisa berdampak besar pada NASA, badan antariksa yang banyak bekerja sama dengan SpaceX. NASA dan SpaceX memiliki hubungan yang erat, terutama dalam proyek pengiriman astronaut ke luar angkasa. Oleh karena itu, keputusan ini sangat penting dan akan mempengaruhi banyak pihak.

Ketegangan ini menunjukkan bahwa pertarungan antara politik dan teknologi bisa berdampak luas, tidak hanya pada individu tetapi juga pada lembaga-lembaga besar seperti NASA. Kita akan terus memantau perkembangan selanjutnya dari situasi ini.

library_books Forbes