Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aktivisten fordern Frieden für Gazastreifen

Pada hari ini, sekelompok aktivis perdamaian telah mencapai perbatasan dengan Jalur Gaza setelah melakukan protes selama beberapa hari. Mereka menuntut agar pemerintah Israel menunjukkan kemanusiaan dan empati terhadap warga di Gaza.

Organisasi yang memimpin aksi ini adalah "Standing Together", sebuah gerakan politik kiri di Israel. Tujuan mereka adalah untuk menyatukan warga Arab dan Yahudi di Israel dalam upaya mencapai perdamaian dalam konflik Israel-Palestina.

Selama protes, para peserta mengkritik tindakan pemerintah Israel di Gaza. Hari ini, sebuah yayasan yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat, yaitu Gaza Humanitarian Foundation (GHF), mengumumkan penutupan sementara pusat distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza. Namun, tidak ada informasi tentang berapa lama penutupan ini akan berlangsung.

Belakangan ini, di dekat lokasi GHF, militer Israel dilaporkan telah melakukan penembakan. Kelompok Hamas menuduh Israel telah membunuh 31 warga sipil dan melukai 176 orang dekat pusat distribusi GHF pada hari Minggu. Namun, GHF menyebutkan bahwa berita tersebut adalah "berita palsu", sementara angkatan bersenjata Israel membantah telah menembaki orang-orang.

Sekitar dua minggu yang lalu, Israel telah melonggarkan blokade terhadap pengiriman bantuan ke Jalur Gaza. Distribusi bantuan kini dikelola oleh GHF, yang tidak bekerja sama dengan organisasi bantuan PBB atau inisiatif lainnya. Mereka dituduh dapat membahayakan warga sipil dan melanggar standar bantuan yang netral. Namun, menurut Israel, mereka ingin memastikan bahwa Hamas tidak dapat menyalahgunakan bantuan yang diberikan.

library_books Tagesschau