Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ketegangan Antara Trump dan Musk Memuncak Dalam Serangan Balik

Ketegangan yang sudah lama terjadi antara Presiden Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk akhirnya terlihat jelas pada hari Kamis. Keduanya saling menyerang di media sosial, menunjukkan bahwa hubungan mereka yang dulunya sangat berpengaruh dalam politik Amerika kini mulai retak.

Perseteruan ini berpotensi memberikan dampak serius bagi keduanya. Dalam sebuah pernyataan publik, Trump mengecam serangan terbaru Musk terhadap undang-undang pajaknya yang menjadi kebanggaan Trump. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap mantan penasihatnya itu dan menyebut Musk menderita "sindrom derangement Trump". Istilah ini sering digunakan oleh para pendukung Trump untuk menggambarkan orang-orang yang menentang presiden.

Musk, yang sebelumnya menghabiskan ratusan juta dolar untuk mendukung Trump terpilih kembali, segera merespons serangan tersebut di media sosial. Ia menyebut Trump tidak tahu berterima kasih dan menyatakan bahwa Trump tidak akan bisa duduk di kursi Oval tanpa dukungannya.

Pada hari Kamis sore, Trump menulis di platform sosialnya, Truth Social, bahwa Musk "baru saja menjadi GILA" setelah mendengar tentang ketentuan dalam undang-undang pajak yang menghapus kredit pajak untuk kendaraan listrik.

Musk membalas dengan menyatakan bahwa Trump "terlibat dalam file Epstein". Ungkapan ini merujuk pada dokumen dari penyelidikan federal mengenai dugaan perdagangan seks dan penyalahgunaan oleh finansier yang terpuruk, Jeffrey Epstein. Epstein, yang meninggal karena bunuh diri pada tahun 2019, dikenal memiliki hubungan yang erat dengan banyak orang di kalangan elit masyarakat New York, termasuk Trump.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FBI dan Departemen Kehakiman belum memberikan komentar. Kantor Kepresidenan juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai perseteruan ini.

Ketegangan ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara dua tokoh besar ini dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi dunia politik dan bisnis di Amerika.

library_books Wsj