Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan bahwa Moskow berencana untuk membalas Ukraina atas serangan drone yang mengejutkan. Peringatan ini disampaikan setelah Trump berbicara lewat telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama lebih dari satu jam pada hari Rabu.
Dalam sebuah postingan di media sosial, Trump mengungkapkan rencana Putin setelah percakapan tersebut. Ia menggambarkan pembicaraan mengenai perang Rusia di Ukraina sebagai "percakapan yang baik, tetapi tidak mengarah pada perdamaian segera."
Percakapan tersebut membahas serangan terhadap pesawat yang bersandar di Rusia oleh Ukraina, serta berbagai serangan lain yang telah terjadi antara kedua belah pihak. Hal ini terjadi hanya tiga hari setelah Ukraina melancarkan serangan drone besar-besaran terhadap pangkalan udara militer Rusia, mengklaim bahwa mereka telah menghancurkan beberapa pembom yang mampu membawa senjata nuklir. Serangan tersebut diperkirakan mengakibatkan kerugian sekitar $7 miliar.
Kremlin menggambarkan percakapan antara Trump dan Putin sebagai "produktif." Selain itu, Trump menyatakan bahwa ia menginginkan bantuan Putin dalam mengamankan kesepakatan nuklir dengan Iran.
"Saya menyatakan kepada Presiden Putin bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan, dalam hal ini, saya percaya bahwa kami sepakat," tulis Trump dalam pernyataannya di Truth Social.
Pemerintahan Trump sedang mengusulkan sebuah pengaturan yang memungkinkan Iran untuk terus memperkaya uranium pada tingkat rendah.
Dengan situasi yang terus berkembang ini, perhatian dunia tertuju pada langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Rusia dan Ukraina setelah serangan-serangan ini.
Trump Rusia Ukraina serangan drone peringatan