Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Prancis Dorong Pengakuan Negara Palestina dengan Dukungan Eropa

Seorang diplomat terkemuka dari Israel, Alon Pinkas, mengungkapkan bahwa upaya Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina adalah hal yang serius dan mendapatkan dukungan dari sebagian besar negara Uni Eropa serta Arab Saudi. Pernyataan ini disampaikan Pinkas kepada Middle East Eye baru-baru ini.

Pinkas, yang pernah menjadi penasihat bagi empat menteri luar negeri Israel dan menjabat sebagai konsul jenderal negara tersebut di New York, menyatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Hal ini disebabkan oleh dukungan Donald Trump yang dianggapnya tidak stabil dan tidak pasti. "Baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat akan mencari sesuatu yang dapat mereka kerjakan bersama untuk meredakan ketegangan," kata Pinkas.

Dia juga menambahkan perlunya satu atau dua pemimpin Eropa untuk menenangkan Trump dan membuatnya merasa bahwa ide tersebut adalah miliknya. Saat ini, Prancis tidak mengakui negara Palestina, berbeda dengan 147 dari 193 negara anggota PBB. Hal ini juga sejalan dengan posisi negara-negara barat lain seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.

Namun, Prancis kini mendorong kekuatan Eropa dan Australia, termasuk Inggris, Belgia, dan Belanda, untuk mengakui negara Palestina pada konferensi PBB yang akan dipandu bersama Arab Saudi di New York nanti bulan ini. Paris berharap pengakuan terhadap negara Palestina dapat memulai proses perdamaian dan membantu mempercepat momentum untuk solusi dua negara.

Pinkas, yang dikenal sebagai kritikus lama Netanyahu, berpendapat bahwa dorongan Macron untuk pengakuan negara Palestina juga berkaitan dengan rasa lelah dan kecewa umum terhadap Israel terkait ketidakmampuannya untuk berkompromi dalam berbagai hal.

Tahun lalu, Spanyol, Norwegia, dan Irlandia telah setuju untuk mengakui negara Palestina. Israel mengutuk langkah-langkah tersebut sebagai penghargaan terhadap tindakan kelompok bersenjata Palestina.

library_books Middleeasteye