Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ratusan Warga Serukan Perlawanan untuk Menjaga Lingkungan

Pada tanggal 1 Juni 2025, ratusan warga dari berbagai daerah di Indonesia bersatu untuk memperingati Hari Anti-Tambang (HATAM) 2025. Mereka berasal dari Sumatera hingga Flores bagian timur, dan mengangkat suara perlawanan untuk menjaga ruang hidup satu-satunya yang tersisa bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Acara ini merupakan hasil dari serangkaian proses belajar bersama yang diikuti oleh para aktivis lingkungan dan warga yang terdampak oleh industri ekstraktif. Dalam deklarasi yang disampaikan, mereka menegaskan komitmennya untuk melawan ekstraktivisme yang dianggap merusak lingkungan dan kehidupan.

Ekstraktivisme adalah praktik pengambilan sumber daya alam secara besar-besaran yang sering kali mengabaikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Banyak warga yang merasakan langsung dampak negatif dari kegiatan ini, seperti penurunan kualitas air, kerusakan hutan, dan kehilangan habitat bagi berbagai spesies.

"Kami adalah penjaga hutan dan air, kami merawat kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi pertiwi," ujar salah satu perwakilan warga dalam deklarasi tersebut. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Hari Anti-Tambang diperingati setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam perlawanan terhadap eksploitasi sumber daya alam yang merusak. Dalam peringatan kali ini, tema yang diusung adalah "Lawan Ekstraktivisme", yang mengajak semua pihak untuk berpikir kritis tentang dampak dari kegiatan ekstraktif.

Warga berharap, dengan adanya deklarasi ini, suara mereka akan didengar oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait. Mereka meminta agar kebijakan yang diambil dapat lebih memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan hak-hak masyarakat yang terdampak.

Acara HATAM 2025 dihadiri oleh berbagai komunitas, aktivis lingkungan, dan tokoh masyarakat yang berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan lingkungan. Kesatuan suara dari berbagai daerah menunjukkan bahwa perlawanan terhadap ekstraktivisme bukan hanya masalah lokal, tetapi merupakan isu yang harus diperjuangkan secara bersama-sama di seluruh Indonesia.

Dengan semangat kebersamaan, para peserta berharap dapat menciptakan perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

library_books Jatamnas