Israel baru-baru ini menyetujui pembangunan 22 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki. Keputusan ini mencakup lokasi-lokasi yang sebelumnya telah dibongkar. Pembangunan ini dilaporkan mencakup juga sembilan permukiman yang sudah dibangun, termasuk pos Homesh, yang terletak di tempat permukiman lain yang dievakuasi pada tahun 2005.
Menurut media Israel, Haaretz, keputusan ini disetujui oleh pemerintah Israel dua minggu yang lalu, namun pengumumannya baru dilakukan minggu ini. Salah satu permukiman yang direncanakan akan dibangun berada di Gunung Ebal dekat Nablus. Tempat ini diklaim oleh pemukim Israel sebagai lokasi altar tokoh Alkitab, Yosua.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengungkapkan di media sosial, "Ini adalah hari yang hebat bagi permukiman dan hari yang penting bagi Negara Israel." Ia menambahkan, "Melalui usaha yang berdedikasi dan kepemimpinan yang gigih, kami berhasil, terima kasih Tuhan, menciptakan perubahan strategis yang mendalam, mengembalikan Negara Israel ke jalur pembangunan, Zionisme, dan visi."
Namun, keputusan ini tidak lepas dari kontroversi. Berdasarkan data dari Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok, pemukim Israel telah melakukan 231 tindakan vandalisme dan pencurian terhadap properti Palestina di Tepi Barat selama bulan April. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional dan hak asasi manusia, yang menilai bahwa pembangunan permukiman baru dapat memperburuk ketegangan antara Israel dan Palestina.
Pembangunan permukiman baru ini akan memengaruhi kehidupan banyak orang di wilayah tersebut. Banyak pihak berharap agar solusi damai dapat ditemukan untuk mengatasi konflik yang telah berlangsung lama ini.
Israel permukiman Tepi Barat pembangunan Smotrich