Calgary, Alberta – Kemenangan mengejutkan Partai Liberal pada pemilu baru-baru ini telah membangkitkan kembali gerakan kemerdekaan di provinsi Alberta, Kanada. Sekitar sepertiga dari 5 juta penduduk Alberta, yang terkenal kaya akan sumber daya minyak, merasa marah terhadap hasil pemilu tersebut.
Pernyataan Raja Charles yang menyebutkan, "utara yang sebenarnya memang kuat dan bebas," mungkin terdengar akrab bagi banyak orang. Hal ini karena kalimat tersebut ditulis oleh pejabat di pemerintahan baru Mark Carney. Namun, bagi sebagian besar warga Alberta, pernyataan tersebut terasa kosong.
Setelah kemenangan Partai Liberal, Perdana Menteri Alberta dari pihak kanan segera mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah tanda tangan yang diperlukan untuk memicu referendum. Ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan rakyat Alberta terhadap pemerintah pusat semakin meningkat. Dengan langkah ini, mereka berharap dapat memberikan suara tentang status provinsi mereka dalam kerangka negara Kanada.
Ketidakpuasan ini mirip dengan situasi Brexit, di mana warga Inggris memberikan suara untuk meninggalkan Uni Eropa. Banyak warga Alberta melihat pergeseran politik ini sebagai ancaman terhadap otonomi dan kepentingan mereka. Mereka merasa bahwa suara mereka tidak didengar dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.
Seiring dengan meningkatnya ketegangan politik, masyarakat Alberta kini lebih aktif dalam berdebat mengenai masa depan provinsi mereka. Beberapa dari mereka menginginkan kemerdekaan, sementara yang lain berpendapat bahwa solusi terbaik adalah dengan tetap berada dalam kerangka Kanada namun dengan lebih banyak otonomi.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Alberta dan meningkatnya ketidakpuasan, banyak yang bertanya-tanya apa langkah selanjutnya bagi provinsi ini. Apakah akan ada referendum? Atau apakah gerakan ini hanya akan menjadi suara di tengah kebisingan politik? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Alberta kemerdekaan Partai Liberal pemilu Kanada