Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kardinal Robert Prevost Terpilih Menjadi Paus Baru

Pada hari Kamis, kardinal Gereja Katolik Roma memilih seorang paus baru, yaitu Kardinal Robert Prevost. Meskipun beberapa waktu lalu mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bercanda menyebut dirinya ingin menjadi paus, pilihan kardinal jatuh kepada Prevost yang berasal dari Chicago.

Kardinal Prevost memilih nama papalnya sebagai Leo XIV, yang merupakan penghormatan kepada paus terdahulu yang juga menggunakan nama tersebut, yaitu Leo XIII. Paus Leo XIII dikenal sebagai seorang yang progresif pada zamannya, namun Kardinal Prevost tidak dipandang sebagai seorang yang radikal.

Dengan terpilihnya Kardinal Prevost, tampaknya para kardinal menginginkan kesinambungan dengan pendekatan yang telah dilakukan oleh Paus sebelumnya, yaitu Paus Fransiskus.

Paus baru ini diharapkan dapat membawa perubahan yang positif sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang sudah ada dalam gereja. Meski begitu, reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden Amerika Serikat, kemungkinan akan bervariasi.

Dengan pemilihan ini, Gereja Katolik Roma menunjukkan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk menjaga tradisi sambil tetap membuka diri terhadap perkembangan zaman.

library_books Theeconomist