Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan bahwa Israel tidak akan menarik diri dari wilayah yang dikuasainya di Gaza, bahkan jika ada tawanan. Hal ini disampaikan setelah rencana operasi militer yang lebih luas disetujui oleh kabinet keamanan Israel. Pernyataan ini muncul pada hari Senin, saat militer Israel memanggil puluhan ribu reserven untuk meningkatkan serangan di daerah tersebut.
Operasi militer ini bertujuan untuk memperluas kontrol Israel di Gaza, termasuk wilayah-wilayah yang saat ini dikuasai oleh Palestina. Menurut pejabat resmi, rencana ini menyiratkan bahwa Israel akan terus mempertahankan kendali atas beberapa bagian dari Jalur Gaza yang terkurung.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi bantuan kemanusiaan telah berulang kali memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang terjadi di lapangan. Setelah lebih dari dua bulan blokade total oleh Israel, ancaman kelaparan kembali menghantui penduduk Gaza. Blokade ini menyebabkan kesulitan besar dalam mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.
Pertimbangan untuk memperluas operasi militer ini juga muncul di tengah kekhawatiran yang meningkat mengenai upaya Israel untuk memaksa pemindahan paksa penduduk Gaza dari wilayah tersebut. Masyarakat internasional terus menyerukan solusi damai, namun situasi di lapangan semakin memanas.
Israel Gaza Bezalel Smotrich militer tawanan