Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Cetak Generasi Tangguh di Daerah Rawan Bencana-Tagana Masuk Sekolah di SRMP 16 Kota Malang

Pendidikan – Kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak dini. Berangkat dari filosofi itu, program "Tagana Masuk Sekolah" (TMS) hadir di SRMP 16 Kota Malang. 

Ratusan peserta didik dicetak sebagai garda terdepan dalam penyelamatan diri dan lingkungan saat terjadi keadaan darurat.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini dilaksanakan oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Malang di bawah koordinasi Dinas Sosial (DINSOS) P3AP2KB setempat. 

TMS bukan sekadar simulasi seremonial, melainkan upaya sistematis untuk membangun "Sekolah Siaga Bencana" (SSB) yang tangguh.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito W, menjelaskan bahwa TMS adalah program strategis untuk menciptakan budaya sadar bencana. 

Dengan begitu terinternalisasi kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak dini kepada pelajar. 

Bentuk kegiatannya komprehensif, mulai dari sosialisasi dan simulasi evakuasi, pelatihan pertolongan pertama (P3K), hingga pembentukan tim siaga bencana di sekolah. 

"Program ini merupakan implementasi nyata di daerah yang melibatkan sinergi multipihak, termasuk BPBD dan Dinas Pendidikan," imbuh dia.

Sebagai ujung tombak pelaksana, Tagana Kota Malang berkomitmen untuk menjadikan TMS sebagai program yang berkelanjutan. 

Doni Pambudi, Ketua Tagana Kota Malang, menegaskan bahwa TMS sudah menjadi agenda rutin. 

Suatu program reguler yang selalu dilaksanakan agar siswa atau sekolah bisa lebih siap.

“Memang TMS sudah menjadi program reguler yang selalu kita laksanakan. Kegiatan TMS akan terus kita laksanakan agar siswa atau sekolah bisa lebih siap dalam menghadapi bencana.”

Doni juga mengonfirmasi bahwa program ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah sebelumnya, seperti SMP 8 dan SMP 17, dan akan terus menyasar ke sekolah-sekolah lain di wilayah Malang Raya. 

Tujuannya jelas memberikan pemahaman yang utuh untuk mengurangi risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

“Tagana Masuk Sekolah (TMS) adalah program edukasi kebencanaan yang dilaksanakan oleh Tagana. Tujuan utamanya adalah menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana sejak dini kepada pelajar,” jelas Donny.

Sambutan hangat datang dari Kepala SRMP 16 Kota Malang, Rida Afrilyasanti. Ia mengapresiasi program ini, terlebih mengingat kondisi sekolahnya yang merupakan sekolah berasrama, sehingga siswa tinggal 24 jam di lokasi.

“Bukan berarti kami mengharapkan semoga tidak ada bencana, tapi harapannya semuanya bisa sigap dan peduli,” tutur Rida.

Ia menekankan pentingnya pelatihan tidak hanya sekali. “Karena mengingat kalau pelatihan itu sekali kan mungkin hanya mendapatkan pengetahuan saja, tapi keterampilannya perlu beberapa kali ya dilatihkan.” Imbuhnya

Rida melihat nilai lebih dari simulasi ini, yaitu untuk mengasah karakter siswa seperti kesigapan, kedisiplinan, kolaborasi, dan tanggung jawab. 

Atas dasar itu, pihak sekolah telah memohon untuk adanya kegiatan lanjutan, yang disambut positif oleh Dinas Sosial.

Pelaksanaan TMS di SRMP 16 Kota Malang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. 

Kegiatannya Meliputi sosialisasi & edukasi mitigasi bencana, simulasi evakuasi bencana, pelatihan dasar P3K, pengenalan peran Tagana dan pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah.

Kolaborasi antara Tagana dan SRMP 16 ini menjadi titik awal yang penting. Rida Afrilyasanti mengaku bahwa ini adalah kali pertama sekolahnya mendapatkan program pelatihan semacam ini. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut.

“Kami memang sangat mengapresiasi dan meminta mungkin ada bantuan, karena kalau melihat dari situasi kondisi di sini kan tempatnya memang rawan juga ya,” pungkas Rida, menekankan kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan.

Dengan komitmen dari Tagana bahwa TMS adalah program reguler, diharapkan semakin banyak sekolah di Malang Raya yang menjadi "Sekolah Siaga Bencana", menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan sigap dalam menghadapi ancaman bencana.

“Bukan berarti kami mengharapkan semoga tidak ada bencana, tapi harapannya semuanya bisa sigap dan peduli keterampilannya perlu beberapa kali dilatihkan.” pungkas, Rida.(ubay)*

library_books Muhamad Ubay Cikditiro