Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kota Malang – Suasana khidmat menyelimuti halaman Balai Kota Malang, pada Senin (10/11/2025) pagi. Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional berlangsung penuh makna dengan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”

Tema tersebut, menurut Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjadi ajakan moral bagi seluruh warga untuk tidak berhenti pada euforia sejarah, tetapi menjadikannya dorongan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam konteks zaman sekarang.

Dalam amanatnya, Wahyu menegaskan bahwa Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan pengingat tentang pentingnya kesadaran kolektif untuk mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata.

“Saat ini kita melanjutkan perjuangan itu. Makanya kita peringati Hari Pahlawan untuk selalu sadar dan memanfaatkan kemerdekaan dengan baik. Semoga Indonesia tetap jaya dan perjuangan para pahlawan tidak sia-sia,” ujar Wahyu Hidayat, di depan ratusan peserta upacara.

Wahyu menambahkan, pengorbanan para pahlawan yang berjuang hingga tetes darah penghabisan harus menjadi cermin pengabdian dan semangat juang masyarakat masa kini.

“Para pahlawan berjuang habis-habisan demi kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan bekerja, berinovasi, dan menjaga persatuan,” tuturnya.

Wahyu juga mengutip pesan Menteri Sosial Republik Indonesia yang menekankan agar peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum refleksi dan gerak bersama seluruh elemen bangsa.

“Ada pesan dari Pak Mensos bahwa kita harus mengenang jasa para pahlawan, tapi juga menyesuaikan perjuangan mereka dengan kondisi saat ini. Makanya sesuai tagline, kita harus terus bergerak melanjutkan perjuangan,” terang Wahyu.

Menurutnya, semangat perjuangan hari ini bukan lagi angkat senjata, melainkan berjuang dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan kemanusiaan.

Salah satu peserta upacara, seorang tenaga pendidik di Kota Malang, menilai peringatan tahun ini terasa lebih relevan.

“Pesan ‘terus bergerak melanjutkan perjuangan’ sangat menyentuh. Buat kami guru, perjuangan itu berarti mencetak generasi yang punya karakter kuat dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Sementara itu, pegiat sejarah lokal, Ahmad Fauzi, menilai pentingnya generasi muda memahami konteks perjuangan pahlawan dengan cara yang kreatif dan kritis.

“Pahlawan masa kini bisa lahir dari ruang-ruang baru. Misalnya aktivis lingkungan, relawan sosial, atau inovator teknologi yang berjuang untuk bangsa. Itu bentuk perjuangan modern,” ujarnya.

Tema “Pahlawanku Teladanku – Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” dipilih karena dianggap sesuai dengan situasi sosial-politik Indonesia saat ini, di mana semangat gotong royong dan tanggung jawab sosial perlu terus diperkuat.

Peringatan Hari Pahlawan di Kota Malang tahun ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam tindakan nyata.

“Semangat pahlawan harus terus hidup dalam diri setiap warga. Kita tidak boleh berhenti bergerak, karena perjuangan belum selesai,” pungkas Wali Kota Wahyu Hidayat.

Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat agar tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani dan melanjutkan perjuangan dengan cara yang relevan dengan zaman.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama