Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA). Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat pendidikan anak usia dini. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, dalam acara Sarasehan Pendidikan Muslimat NU Kabupaten Malang, yang diadakan pada Kamis, (31/7/2025), di Auditorium MCC Lantai 7 Kota Malang.
Lathifah menyampaikan bahwa anggaran pendidikan yang dialokasikan oleh Pemkab Malang cukup memadai untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik, khususnya di jenjang TK dan RA.
"Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama untuk membentuk generasi bangsa yang tangguh dan adaptif di masa depan. Taman Kanak-Kanak adalah tempat awal pendidikan, dan kita perlu mempersiapkan generasi yang kuat, dimulai dari sini," katanya.
Dia juga menekankan peran penting organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan dini, terutama sebelum adanya layanan TK resmi dari pemerintah.
"Muslimat NU telah lebih dulu hadir dengan mendirikan RA dan TK, dan mereka juga dapat mengembangkan kurikulum lokal sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pengembangan kurikulum ini harus tetap merujuk pada regulasi pemerintah, namun juga memberikan ruang untuk inovasi lokal, terutama dalam nilai-nilai keagamaan dan budaya," tambahnya.
Lathifah menggarisbawahi pentingnya peningkatan kompetensi guru, terutama dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan keterampilan dasar koding.
"Di era digital ini, guru TK dan RA tidak bisa tertinggal. Saya meminta pemerintah untuk memberikan pelatihan tentang AI dan koding, karena ini adalah alat bantu penting dalam proses belajar," tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan catatan dari Wakil Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains, Stella, yang menyatakan bahwa AI dan koding bukanlah pengganti manusia, melainkan alat bantu yang tetap membutuhkan kendali manusia dalam penggunaannya.
Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Muslimat (IGTKM) Kabupaten Malang, Anik Sofrida, juga menambahkan bahwa kualitas guru adalah kunci untuk menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.
Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif namun tetap lembut untuk anak-anak usia dini.
"Kami ingin membentuk generasi yang siap bersaing dengan kualitas yang baik, tetapi tetap dalam lingkungan belajar yang ramah dan sesuai dengan perkembangan anak," terangnya.
Selaras dengan hal tersebut, Pemkab Malang terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran TK dan RA dalam pendidikan dasar. Lathifah memastikan bahwa perhatian terhadap TK dan RA tidak hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga melalui kebijakan peningkatan kapasitas, penyediaan sarana pendukung, dan pelatihan berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lembaga pendidikan anak usia dini melalui pembinaan, pelatihan, dan dukungan nyata di lapangan," pungkasnya.
Dengan dukungan yang baik dan kerja sama yang erat antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, pendidikan anak usia dini di Kabupaten Malang diharapkan dapat terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai lokal yang menjadi akar kekuatan bangsa.(df)*
Pemkab Malang kapasitas guru TK RA pendidikan anak AI koding