Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Satgas Pangan Kota Batu Temukan Beras Oplosan di Sejumlah Toko Modern

Kota Batu - Satgas Pangan Kota Batu melakukan tindakan cepat guna menangani peredaran beras oplosan. Pada Kamis, (24/7/2025), tim gabungan dari berbagai instansi melakukan inspeksi mendadak ke beberapa toko di Kota Batu. Hasilnya, ditemukan sejumlah toko modern menjual beras yang tidak memenuhi standar kualitas beras premium.

Inspeksi ini dipimpin oleh Iptu Joko Suprianto dari Polres Batu, yang melibatkan tim dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag), Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu. 

"Kami mengikuti instruksi dari Dirreskrimsus Polda Jatim untuk memeriksa peredaran beras di toko-toko. Dari tujuh toko yang kami datangi, tiga di antaranya menjual beras oplosan," jelas, Iptu Joko.

Dalam temuan tersebut, beras bermerek premium yang seharusnya memenuhi standar kualitas tertentu, diduga telah dicampur atau diganti dengan beras kualitas rendah. 

Beberapa merek yang terindikasi oplosan ditemukan di gerai modern seperti Indomaret dan Hypermart. 

Di Indomaret Jalan Dewi Sartika, ditemukan tiga sak beras merek Sania seberat lima kilogram yang dijual seharga Rp73.500 per sak. 

Di Hypermart Batos Plaza, ditemukan beberapa merek beras lainnya yang juga diduga oplosan, antara lain:

  •     Ayana Pandanwangi: 9 sak @ 5 kg, Rp74.500/sak
  • Topi Koki Long Grain Crystal: 10 sak @ 5 kg, Rp74.500/sak
  • Sentra Ramos Hypermart: 15 sak @ 5 kg, Rp74.500/sak
  • Sentra Ramos Cap Topi Koki: 2 sak @ 20 kg, Rp298.000/sak
  • Sementara itu, beberapa toko lainnya seperti Toko Ubet Pangan, Toko Ervina, Toko Jaya Makmur, UD Dharma Niaga, dan Alfamart Jalan Dewi Sartika dinyatakan bersih dari temuan beras oplosan.

    Sebagai langkah pencegahan, Satgas Pangan meminta toko-toko untuk tidak menjual produk beras yang terindikasi oplosan sampai ada hasil investigasi lebih lanjut. Masyarakat juga diimbau lebih teliti dalam memilih produk beras di pasar. 

    "Kami minta toko untuk segera menarik produk dari etalase. Jangan dijual dulu karena ini bisa merugikan konsumen. Masyarakat juga kami harap tidak membeli merek-merek tersebut," tegas, Iptu Joko.

    Hasil temuan ini akan dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur untuk tindak lanjut pemeriksaan terhadap produsen dan distributor beras yang diduga melakukan pengoplosan. 

    "Produsen akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Kami akan memastikan proses ini transparan dan sesuai hukum." tambahnya.

    Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kota Batu berkomitmen untuk menjaga integritas pasar dari praktik-praktik manipulatif yang merugikan masyarakat. Inspeksi ini bukan hanya sekadar penindakan, tetapi juga bagian dari edukasi kepada pelaku usaha agar tetap menjaga kejujuran dalam berbisnis dan tidak mengabaikan hak konsumen.(gus)

    library_books Agus Susanto / Polres Batu