Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

UMM Lepas 3.010 Mahasiswa untuk KKN Berdampak di 12 Provinsi

Pendidikan - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melepas sebanyak 3.010 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak. Pelepasan tersebut dilakukan pada hari Senin, 21 Juli 2025, di Helipad UMM. Acara ini ditandai dengan simbolisasi pelepasan burung merpati dan penyerahan bibit pohon.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, menjelaskan bahwa KKN Berdampak merupakan transformasi dari program KKN reguler yang sebelumnya telah dilaksanakan. Tahun ini, terdapat dua fokus utama yang diusung dalam program ini, yaitu ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

"Mahasiswa harus menjadi pelopor agar masyarakat peduli terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan, dengan metode yang sudah mereka kuasai di dua bidang ini," ujar, Prof. Nazaruddin.

Menurutnya, ketahanan pangan adalah isu penting yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan. Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari kekuatan militernya, tetapi juga dari ketahanan pangannya. 

Prof. Nazaruddin juga menyoroti adanya masalah stunting dan kekurangan gizi yang masih ada di masyarakat, serta lahan-lahan yang tidak lagi dimanfaatkan dengan baik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program KKN Berdampak ini adalah tindak lanjut dari seruan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar perguruan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

Mahasiswa diharapkan tidak hanya melaksanakan KKN secara formalitas, tetapi juga mampu memberikan solusi konkret dan menciptakan proyek unggulan berbasis kebutuhan lokal.

Sebelumnya, UMM juga telah melaksanakan program serupa melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Prof. Nazaruddin menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi agar program KKN dapat dirasakan manfaatnya, baik oleh mahasiswa maupun masyarakat.

"Jika hanya mengecat atau memasang papan nama, itu boleh saja. Tapi yang lebih penting adalah interaksi yang menghasilkan informasi dan pengetahuan dari bidang yang dibawa mahasiswa," tegasnya.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar menjaga kedisiplinan dan memanfaatkan kesempatan KKN untuk belajar dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, intelektualitas kampus tidak terpisah dari masyarakat dan harus semakin dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, Ph.D, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan standar kegiatan yang benar-benar memberi manfaat di lokasi KKN. 

"Kegiatan seperti mengajar TPA atau membantu acara 17 Agustus bukanlah program inti. Setiap kelompok kami tantang untuk menciptakan proyek unggulan yang berdampak langsung," jelasnya.

Prof. Salis menilai, program ini mirip dengan KKN Plus, karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman mengabdi, tetapi juga pengalaman kerja nyata. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar akan dihadapi oleh kelompok yang ditempatkan di daerah kabupaten, terutama di daerah-daerah terpencil.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama / Umm